Rabu, Agustus 13, 2008

Semoga Lekas Sembuh, Nat!

"Pagi, mas!". Hampir setiap pagi tegur sapa ramah dari seorang gadis mungil bernama Nat ini aku dapatkan. Sosok yang energik, baik, ramah dan pinter. Sosok yang menyenangkan bagi setiap orang. Sungguh sangat kontras dengan kondisinya sekarang yang lemah tak berdaya, koma. Yah keadaan ini sudah berlangsung seminggu lebih. Meski telah melewati masa kritis saat harus diberikan bantuan kejut jantung, tapi keceriaanya yang dulu belum juga kembali. Kata orang tua mereka, Nat hanya tidur dengan pulas beberapa hari ini. Tabung oksigen juga masih setia menemani dan memberikan support untuk kesembuhannya.

Kata teman-teman, kondisi ini dipicu oleh sakit typus bersamaan dengan demam berdarah yang dialami Nat beberapa waktu yang lalu. Gejala demam berdarah yang muncul berupa demam, dianggap sebagai penyakit biasa dan hanya diberikan obat penurun panas biasa. Bahkan ketika bintik-bintik merah sudah muncul, masih dianggap sebagai alergi kulit biasa. Sampai akhirnya pembuluh darahnya pecah mengluarkan darah, baru diketahui bahwa itu demam berdarah. Yang lebih menjengkelkan, kata teman-teman ini juga karena kekeliruan analisis dokter.

Dasar Nat yang tidak bisa diam, sakit typus yang belum sembuh benar dia abaikan dan mulai kembali beraktifitas seperti layaknya ketika ia sehat. Semalam sebelum "jatuh", ia minta dibelikan kepiting dengan sambal pedas. Maka bisa ditebak, pedas sambal kepiting menjadi pemicunya. Kata dokter, ada semacam virus yang telah menjangkau otaknya yang menyebabkan ia tidak sadarkan diri/tidur sampai sekarang. Saat menjenguk dia di rumah sakit beberapa hari yang lalu, saya bertemu dengan ibunya yang berusaha tegar meski sesekali menangis ketika bercerita. Baru sekali itu saya melihat langsung orang sakit dirawat di ICU dalam keadaan "tidur" dengan bantuan tabung oksigen. Selama ini hanya pernah lihat di Tv.

Semoga lekas sembuh, Nat! Agar bisa kau warnai kembali hari-hari dengan senyum ceria dan tegur sapa ramahmu itu. Kami semua berdoa agar kau lekas sembuh dan kembali hadir di tengah-tengah kita. Amin.

9 komentar:

Anonim mengatakan...

Pasti lekas sembuh.. Saya juga pernah DB parah (trombosit 3ribu).. Tapi berkat tekad dan doa semua pihak, akhirnya saya keluar juga dari ruangan ICU..

Anonim mengatakan...

doakan yang terbaik saja, karena setiap orang telah ada jalannya. doa adalah cara terbaik, amin.

Anonim mengatakan...

aku doakan semoga nat kembali ke sedia kala

setau ku klo sakit tipes tuh cukup tiduran di kamar aja dan ga banyak bergerak

Anonim mengatakan...

Semoga tjepat semboeh boeat Nat...

Terus doa deh...Juga dibarengin usaha medis pastinya...

:)

Anonim mengatakan...

Meski saya gk tau siapa sosok Nat itu , saya pun bisa merasakan kepediahnnya kini dari plot cerita ini, sayapun punya adik kecil, pastia da yg lain & berbeda ketika kita terbiasa ditegur dan dapat sapaan pagi tiap hari, namun itu hilang untuk sesaat, Nat cepatlah sembuh. Teman2mu akan selalu disampingmu.
Bukankah kau ingin kembali mengejar cita-citamu?
Ingatkah rasanya baru kemarin kita bercanda gurau..
ayo Nat, kamu bisa melewatinya...

Kristina Dian Safitry mengatakan...

aku juga turut berdoa. mg lekas sembuh...

Anonim mengatakan...

maaf baru bisa berkunjung...semoga lekas sembuh ya. aku jg pernah DBD trombosit 29 ribu alhamdulillah sehat, coba mas suruh minum angkak bentuknya seperti beras merah yang jual toko obat cina, kalo di JKT di pasar mampang ada, dulu aku dpt disitu.

Firdaus Ariefatosa mengatakan...

Semoga Nat bisa lekas sembuh. Amin.

Saya hanya bisa mendoakan dari sini. Amin amin amin amin.

Anonim mengatakan...

kasihan mbak nath,, sudah satu tahun lebih ia tergletak di rumah sakit tidak sembuh-sembuh,
kasihan juga orang tuanya, pasti merasa sedih g lagi melihat riangnya,
soal keuangan juga pasti cukup besar kalo melihat dari waktunya..
Ya Allah semoga engakau memberikan kesembuhan kepada mbak nath dan keteguhan pada orangtuanya..

semoga setelah bangun nanti masih ingat dengan cita-cita kita bersama, walaupun mungkin tidak kuliah atau nantinya tidak ketemu lagi sama mas yasrama di kuliah.