Minggu, Maret 22, 2009

Sulitnya Cari Pemimpin Yang Teladan

Tahun ini, negeri kita tercinta akan memilih kembali pemimpin. Sebenarnya setiap kali pergantian pemimpin adalah harapan baru bagi bangsa yang sedang berkembang. Karena dengan adanya pergantian pemimpin kita berharap bisa ada pergantian keadaan. Namun harapan ini menjadi sirna jika calon pemimpin yang harus kita pilih tidak pernah berubah. Hanya itu-itu saja.

Indonesia adalah negara besar dengan potensi manusia dan alam yang besar pula. Namun Kekayaan yang besar itu tidak pernah membawa kemakmuran bagi rakyat. Pemimpin kita terlalu boros untuk menggunakan potensi yang besar itu. Disadari atau tidak, dengan besarnya angka golput di berbagai Pilkada, dan bukannya tidak mungkin juga akan tetap besar di pemilu nasional, menunjukkan bahwa Indonesia sedang mengalami krisis kepemimpinan. Rakyat ragu dengan kapasitas moral dan kemampuan pemimpin yang ada.

Jika seorang pemimpin menyatakan berbagai keberhasilannya, rakyat sering curiga bahwa itu hanya untuk menutupi kegagalannya di bidang yang lain. Kalau pemimpin memberikan janji hidup yang lebih baik, rakyat juga ragu apakah janji itu akan ditepati jika benar-benar dipilih.

Bagi rakyat, masalahnya sebenarnya sederhana. Jika pemimpin bisa menunjukkan ketekadannya, rakyat pasti akan mendukung. Keteladanan yang paling awal adalah menunjukkan bahwa kebijakan dan perilaku mereka berpihak pada rakyat, tidak melulu berbicara tentang kekuasaan dan lawan politik. Dengan calon yang sudah kita ketahui kapasitasnya, kayaknya kemakmuran rakyat masih jauh dari harapan..

Kamis, Februari 19, 2009

Heboh "Katakan Tidak Pada Pemimpin Yang Tidak Menepati Janji"

Baru-baru ini presiden SBY sewot dengan adanya iklan "Katakan Tidak Pada Pemimpin Yang Tidak Menepati Janji", kenapa? Dalam berbagai pemberitaan media massa, disebutkan bahwa SBY terkesan emosi mensikapi iklan ini dikarenakan ia merasa ada iklan terselubung yang menohok pemerintah, yang notabene adalah pemerintahannya. Namun sayang, presiden kita itu tidak menyebutkan secara rinci bagian mana yang dianggap menohok pemerintah. Bahkan kemudian ia meminta pihak-pihak terkait untuk mengusut iklan tersebut.

Saya kok merasa aneh, tanpa bermaksud ikut memanas-manasi, tetapi saya juga melihat iklan itu. Bagi saya tidak ada satupun kata-kata atau adegan dalam iklan tersebut yang menohok pemerintah. Jika iklan ini muncul bukan saat kampanye pemilu yang akan memilih pemimpin bangsa ini, mungkin ini bisa dikatakan menohok pemerintah. Tapi menurut aku, iklan ini menohok semua pemimpin dan calon pemimpin yang tidak bisa menepati janji. Apalagi kemudian iklan ini dikait-kaitkan dengan PDI Perjuangan, yang kita sendiri tahu bagaimana rivalitas SBY dan Mega.

Kalau saya seorang pemimpin (sekali lagi ini jika saya), saya tidak merasa ingkar janji, saya tidak akan merespon iklan ini, karena merasa tidak tersentuh dan tersinggung oleh iklan ini.

Dan masih menurut saya, iklan ini justru bagus bagi pembelajaran rakyat Indonesia ditengah kampanye dan iklan parpol yang hanya menunjukkan sisi baik yang terkadang menurut saya terlalu dibuat-buat. Ketika kondisi bangsa sedang terpuruk seperti ini, banyak rakyat kesulitan mencari makan, pola berpikir yang masih tahayul dan dipertajam dengan ancaman krisis ekonomi global, kenapa parpol banyak yang mengumbar kampanye keberhasilan dan kesuksesan?

Kamis, Februari 05, 2009

Tuntutan Kaji ke Mahkamah Konstitusi Ditolak!

Pilkada putaran ketiga telah berakhir bulan lalu. Sikap kedua pasangan calon gubernur tidak berubah. Karsa tetap tenang karena hasil putaran ketiga masih juga memenangkan mereka dengan selisih yang tipis. Meski selisihnya sangat tipis, ini sudah cukup untuk memenangkan Karsa dan menjadikannya Gubernur Jawa Timur. Sedangkan Kaji tetap dengan strateginya yaitu mencari kesalahan dan kecurangan yang terjadi dalam pelaksanaan Pilkada Jatim dengan harapan ini bisa diajukan kembali ke Mahkamah Konstitusi sebagai putaran sebelumnya. Dan Kaji mengklaim bahwa mereka menemukan banyak kejanggalan dan pelanggaran dalam pelaksanan pilkada putaran ketiga kemarin. Dengan berbekal bukti-bukti yang mereka kumpulkan mereka mengrimkan tim ke Jakarta untuk mengajukan gugatan atas pelaksanaan Pilkada Putaran ketiga lalu.

Namun ternyata hasilnya tidak sama dengan pengajuan gugatan putaran kedua kemarin yang diterima oleh Mahkamah Konstitusi, gugatan tim Kaji kali ini ditolak. Mahkamah Konstitusi menyatakan bahwa Pilkada Jatim telah selesai. Tim Kaji menyayangkan keputusan MK ini, karena mereka beranggapan bahwa bahan-bahan dan bukti gugatan yang mereka bawa kali ini lebih banyak dan lengkap dari sebelumnya, kok malah ditolak. Karena ditolak MK, tim Kaji berencana akan mengajukan gugatan ke Kepolisian dan menuntut KPU Jatim yang dianggap berbuat curang.

Sumpek, ga' mari-mari..

Tentang Nouveau Riche, Lagi!

Aku bahkan sudah lupa, sudah berapa kali menulis tentang Nouveau Riche, moga kalian tidak bosan, karena berbagi tulisan menurutku tidak ada salahnya, anggap saja lagi tidak ada bahan. Dari beberapa tulisan sebelumnya, baik yang pakai bahasa Inggris maupun bahasa Indonesia, jelas-jelas telah saya tulis bahwa Nouveau Riche adalah berbicara tentang kumpulan orang-orang sukses dalam bidang bisnis real estate. Mereka sukses setelah menjadi lulusan Nouveau Riche University yang mengajarkan pada mereka langkah-langkah untuk menjadi sukses dalam bisnis real estate.

Bahkan Nouveau Riche sekarang telah menerbitkan majalah khusus yang menampilkan para tokoh-tokoh sukses seperti Tom Hopkins, uze Orman, dan Sharon Lechter. Majalah ini diterbitkan untuk menularkan inspirasi tentang kesuksesan dalam dunia bisnis.

Meski demikian, keberadaan Nouveau Riche masih menjadi perdebatan banyak orang. Mereka beranggapan bahwa Nouveau Riche hanya hoax saja, tetapi tidak benar-benar ada mengingat daftar orang sukses yang diklaim merupakan alumni mereka sangat panjang, mungkinkah Nouveau Riche bisa melahirkan orang-orang sukses yang sangat banyak. Bahkan ada beberapa orang yang mengikuti banyak tulisan tentang Nouveau Riche dan kemudian memberikan komentar bahwa Nouveau Riche hanyalah scam dengan memberikan beberapa analisa. Tulisan ini tidak hendak mengklarifikasi mana yang benar dan mana yang salah, itu terserah anda.