Senin, Mei 19, 2008

Moto GP Le Mans : Yamaha Luar Biasa !


Sebenarnya aku sudah mau "mutung" (putus asa) nunggu siaran Moto GP setelah siaran Piala Thomas yang tidak menghadirkan tim Indonesia. Mata juga sebenarnya udah pedas karena seharian tidak tidur. Tapi setelah siaran Piala Thomas berakhir, penderitaan belum juga berakhir. Obrolan komentator Piala Thomas terasa terlalu bertele-tele dan kok ga segera buyar. Saat 250cc, masih males juga lihatnya. Sampai akhirnya, Moto GP kelas utama muncul juga. Rasa ngantuk langsung hilang. Siap menteleng di depan TV. Berikut ini saya memberikan laporan pandangan mata hasil Moto GP kemarin.
Hasil Kualifikasi menempatkan Pedrosa di Pole siter dan Rossi hanya urutan ke-4. Begitu start dimulai, sperti biasa, posisi Rossi langsung melorot ke urutan 6, dan Stoner dapat melaju duluan melewati Pedrosa. Saat Stoner di muka perasaan saya saat itu was-was juga. Karena tahun lalu, jika Stoner berada di depan, maka laju motornya tidak akan terkejar. Tapi cara membalap Rossi yang "menjual" dan terbilang sangat berani membuat saya yakin Rossi akan mendapat hasil bagus. Beberapaka kali Rossi menyalip pembalap didepannya dari sisi dalam yang membahayakan. Yang paling menarik adalah ketika Rossi menguntit Pedrosa. Ban depan Rossi selalu menempel ban belakang Pedrosa sebelum menyalip melalui sisi dalam yang membuat motor mereka sangat berdekatan. Akhirnya Pedrosa harus mengakui keunggulan Rossi dengan selisih yang cukup jauh.
Hal yang tidak kalah menarik adalah Lorenzo. Dengan bekal engkel yang masih terluka dan barusan jatuh di masa latihan, hal ini tidak menyurutkan semangatnya. Gaya membalapnya mengingatkan kita pada Rossi. Ia harus berjuang mulai dari urutan 11 sebelum akhirnya finish di posisi kedua. Hal lain, adalah pada diri Edwards, pembalap Yahama yang hampir tidak pernah naik podium akhirnya naik podium juga. Saya menyebut Edwards sebagai raja kualifikasi. Karena jika kualifikasi hasilnya sering bagus, tapi saat balapan yang sesungguhnya ia sering keteteran.
Hasil GP Le Mans menunjukkan dominasi Yamaha. Ketiga pembalapnya yang sampai finish kemarin berada pada posisi 1,2 dan 3. Sedangkan Toseland tidak dapat melanjutkan balapan karena motornya ada masalah. Berikut ini hasil 10 besar GP Le Mans kemarin.
1. Valentino Rossi, ITA, Fiat Yamaha Team, Brightstone, 44min 30.799 secs
2. Jorge Lorenzo, SPA, Fiat Yamaha Team, Michelin, 44min 35.796 secs
3. Colin Edwards, USA, Tech 3 Yamaha, Michelin, 44min 37.604 secs
4. Dani Pedrosa, SPA, Repsol Honda Team, Michelin, 44min 40.956 secs
5. Chris Vermeulen, AUS, Rizla Suzuki MotoGP, Brightstone, 44min 52.561 secs
6. Andrea Dovizioso, ITA, JiR Team Scot MotoGP, Michelin, 44min 53.194 secs
7. Loris Capirossi, ITA, Rizla Suzuki MotoGP, Brightstone, 44min 58.605 secs
8. Nicky Hayden, USA, Repsol Honda Team, Michelin, 44min 58.794 secs
9. Randy de Puniet, FRA, LCR Honda MotoGP, Michelin, 45min 0.143 secs

Jumat, Mei 16, 2008

BOS Tidak Mampu Menahan Laju Kenaikan Biaya Sekolah

Pemerintah berkali-kali berteriak tentang impian sekolah gratis. Setidaknya pemerintah berusaha merealisasikan dengan memberikan Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Dalam bayangan kita tentu saja biaya sekolah mencari ringan bahkan tidak perlu lagi bayar SPP. Beberapa saat setelah diluncurkan program BOS ini saya sempat optimis, karena kebetulan saat itu saya masih membantu satu yayasan penyantunan biaya pendidikan anak-anak jalanan dan tidak mampu, beberapa anak santunan benar-benar menerima dana tersebut dan tidak lagi perlu membayar SPP. Maka logis kalau kemudian saya sempat mengusulkan untuk menghentikan dana santunan. Tapi para orang tua mengajukan keberatan karena meski SPP telah gratis, mereka tetap terbebani biaya buku, dan les wajib yang sebelumnya tidak ada. Nah saat itu saya mulai merasa BOS ini tidak seindah yang saya bayangkan.
Masih beberapa bulan lagi, musim pendaftaran murid-murid baru dilakukan. Beberapa orang tua yang perhatian dengan pendidikan sekolah anaknya mulai mencari-cari sekolah baru. Kebetulan saya punya beberapa kenalan yang hendak memasukkan anaknya ke sekolah SD, ada juga masih mencari TK. Alangkah terkejutnya saya karena yang mereka keluhkan bukan lagi tentang kualitas pendidikan. Bagi mereka tidak sulit mencari sekolah yang berkualitas, tapi yang mereka keluhkan adalah biaya pendaftaran. Bisa anda bayangkan, untuk memasukkan anaknya ke TK yang berkualitas seorang teman saya harus rela mengeluarkan biaya awal jutaan rupiah. Ketika mencoba mencari yang kualitas standart tetap saja biaya masih memasuki kisaran tujuh digit. Tidak kalah, teman saya yang lain ketika akan memasukkan anaknya ke SD yang berkualitas, biayanya sama, tidak kurang dari tujuh digit. Gila..
Lantas iseng-iseng ketika nambal ban sepeda motor saya yang bocor karena kena paku, saya nanya-nanya tentang jumlah anak bapak penambal ban, dimana ia sekolah, kelas berapa, dan beberapa pertanyaan intermezo lainnya. Ia punya 4 orang anak, anak tertua (laki-laki) telah bekerja bukan karena telah lulus perguruan tinggi tetapi karena tuntutan ekonomi, sehingga setelah lulus SMP tidak melanjutkan sekolah. Ia harus mengalah agar adik-adiknya yang lebih kecil masih bisa sekolah. Sedangkan anaknya yang lain 2 orang sudah SMP dan satu masih SD. Anak yang kedua yang sudah kelas tiga SMP juga mulai terancam tidak bisa melanjutkan ke SLTA karena alasan yang sama, biaya. Lho kan ada BOS? Bapak itu berkata, memang SPP sudah tidak bayar, tapi biaya buku tetap aja mahal bagi dia yang hanya seorang penambal ban.
Selain itu bapak itu juga mengeluhkan tentang teman-teman sekolah anaknya yang nakal-nakal. Sejak awal sebenarnya ia juga tidak ingin menyekolahkan anaknya ditempat itu. Ia ingin anaknya sekolah dengan lingkungan yang baik, tapi untuk masuk sekolah dengan kriteria itu ia tidak mampu. Jangankan untuk sekolah, biaya awalnya saja sudah sama dengan penghasilan dia lebih dari setahun. Gila..
Sebenarnya telah ada aturan yang melarang pihak sekolah untuk melakukan pungutan kepada orang tua murid untuk mendukung misi impian BOS. Tapi secara kasat mata diberbagai sekolah kita masih bisa melihat adanya berbagai pungutan, biasanya dibebankan pada biaya pendaftaran.
Data dari Indonesian Corruption watch (ICW) menunjukkan bahwa beban biaya pendidikan yang ditanggung oleh orang tua justru meningkat meski program BOS gencar dikampanyekan. Sepanjang tahun 2007 kemarin terdapat peningkatan 18,9 persen beban biaya pendidikan yang ditanggung orang tua dari tahun sebelumnya. Masih menurut ICW, dana yang dipungut jika dirata-rata mencapai Rp 1.515.740,- per siswa per tahun. Padahal dana BOS dari pemerintah hanya Rp 235.000 per tahun untuk anak SD. Dengan demikian, beban orang tua tidak hilang dengan adanya BOS, karena pihak sekolah juga cukup kreatif dalam melahirkan pungutan.

Senin, Mei 12, 2008

Mewaspadai Penipuan Melalui HP dengan Cara Hipnotis

Selama kurang dari 4 hari terakhir saya menerima pesan dari 3 orang dekat saya tentang modus penipuan model baru yang rasanya sedikit diluar nalar. Pertama kali saya menerima pesan dari Pakde saya dari Kertosono tentang jenis penipuan ini. Awalnya peringatan ini saya kira berbau mistis. Karena modusnya aneh. Pakde saya bilang, jika nanti ada telpon masuk, terus nomernya berubah menjadi merah jangan diterima. Saat itu saya kurang percaya karena HP saya tipe Nokia 2116i yang tidak berwarna. Tapi Pakde saya tetap menekankan jangan diterima, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut. Saat itu saya pikir mungkin berhubungan dengan keselamatan karena barusan menikah. Kebetulan Pakde saya terkenal sedikit punya kemampuan di bidang mistis. Karena saya tidak terlalu percaya beberapa hal yang mistis saya tidak terlalu menghiraukan pesan tersebut. Kan tidak masuk akal HP bisa berwarna merah padahal HP saya tidak berwarna. Tapi 2 telpon selanjutnya membuat saya berubah pikiran.
Semalam saya menerima telpon dari saudara saya, ia menyebutkan bahwa pacarnya mengatakan bahwa ada modus penipuan dengan menggunakan media HP untuk melakukan hipnotis pada sang penerima telpon. Saudara meberikan penjelasan lebih detil bahwa biasanya telponnya malam-malam dari nomer yang tidak dikenal biasanya menggunakan nomer dengan awalan 0888... atau 0666... atau 0866... Yang menjadi khas jenis penipuan ini adalah bahwa saat telpon masuk maka layar HP akan berwarna merah. Saat itu saya mulai menghubungkan dengan telpon Pakde saya dari Kertosono. Walaupun akhirnya saya tahu ini tidak berhubungan dengan dunia mistis, tapi bahwa Pakde saya yang dari Kertosono sudah tahu duluan. Berita ini setidaknya sudah berasal dari dua kota. Pakde dari Kertosono dan saudara saya dari Surabaya. Saat itu saya mulai berpikir, ini hanya isu dari orang-orang iseng. Tapi telpon yang ketiga membuat saya jadi bingung dan mulai ragu, benar ga sih.
Tidak berapa lama dari saudara saya telpon, saudara saya yang lain telpon, menjelaskan bahwa ada modus penipuan baru dengan ciri-ciri yang sama. Cuma kali ini, saudara saya tahu karena ditelpon temannya yang berasal dari Jakarta. Katanya di Jakarta hal ini sudah sering kejadian. Karena saya belum pernah ngalami saya jadi bingung, ini benar ga sih. Teman-teman yang lain apa juga pernah dengar isu ini. Kalau benar penipuan ini ada, maka tentu bisa dibayangkan efektifitas cara ini. Orang yang tidak akan menerima telpon yang masuk tersebut kemudian terhipnotis. Kalau sudah terhipnotis bisa dibayangkan lebih lanjut, sang penipu dapat menyuruh kita ngapain aja. Mulai dari mempermalukan diri kita dengan telanjang di muka umum, atau menguras habis rekening bank kita. Semoga ini hanya isu. Tapi bagaimanapun juga kita harus hati-hati. Kalau menerima telpon dengan ciri-ciri diatas, sebaiknya jangan diterima. Jangan ambil resiko.

Minggu, Mei 11, 2008

Malam Penentuan Juara EPL

Malam ini akan diketahui juara EPL. Apakah Manchester United ataukah Chelsea. Bagaimana menurut Anda ?
Tahun ini adalah musim yang paling seru dalam perebutan juara EPL. Bukan sekedar bahwa juara harus ditentukan sampai laga terakhir, tetapi jumlah poin yang sama juga bikin para pendukung kedua tim sama-sama adem-panas. Meski MU lebih berpeluang karena selisih gol yang jauh lebih baik, tapi hasil 3 laga tandang terakhir bisa dikata tidak menggembirakan. Selain dikalahkan oleh Chelsea 1-2 minggu lalu, 2 laga tandang sebelumnya juga hany berakhir seri. Masih ingat, laga terakhir MU musim lalu dikalahkan West Ham 1-0 oleh gol semata wayang dari Tevez yang sekarang di MU. Kali ini MU akan bertandang ke Wigan yang terkenal sering merepotkan tim-tim papan atas. Tapi analisa lain mengatakan bahwa pelatih Wigan sekarang, Steve Bruce punya kedekatan emosional dengan MU karena ia pernah jadi asisten Fergie. Bagi sebagian pengamat, Wigan akan melapangkan jalan MU untuk jadi juara.
Sedangkan di Chelsea, rekor kandang yang luar biasa, 81 kali tidak pernah kalah membuat peluang Bolton untuk memenangkan pertandingan menjadi tipis. Satu-satunya harapan bagi Bolton adalah semangat juang para pemain yang ingin terhindar dari degradasi. Seperti lazimnya banteng yang terluka, pemain-pemain Bolton tentu tidak ingin turun kasta musim depan. Hal ini akan menjadi satu motivasi yang tersendiri bagi Bolton. Dan hasil kemenangan Chelsea malam ini tidak akan ada artinya jika MU memenangkan pertandingan.
Tapi bagi saya, meski saya adalah fans Chelsea, maka tidak disiarkannya laga-laga liga Inggris tahun ini secara gratis oleh TV swasta sebagaimana tahun-tahun sebelumnya membuat saya kecewa. Lebih kecewa daripada melihat Chelsea tidak juara. Semoga tahun depan kita tidak harus ke Astro kalau mau lihat Liga Inggris. Saya tidak tahu malam ini TN One akan menyiarkan liga Inggris apa tidak. Seharusnya malam yang menyenangkan dengan melihat pertandingan terakhir liga Inggris harus puas dengan melihat hasil pertandingan besok pagi di Sport 7. Sangat disayangkan..